Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
25 Desember 2018•Update: 26 Desember 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Dalam kesempatan yang langka, Presiden Pakistan Arif Alvi melalui akun twitternya mempertanyakan intervensi militer Amerika Serikat (AS) seperti di Suriah, Irak dan Afghanistan.
Memberi komentar kepada keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik pasukan AS dari Suriah, Arif Alvi mengkritisi kerusakan yang diakibatkan oleh kehadiran militer AS di seluruh dunia.
“Negara-negara yang menguji platform untuk beberapa kebijakan telah sangat menderita. Setelah ini langkah selanjutnya adalah reparasi bantuan kemanusiaan yang diakibatkan oleh perang-perang ini.” Cuit Alvi.
Alvi merespon cuitan Trump yang mengutip Rand Paul, seorang senator Partai Republik yang mempertanyakan intervensi AS, dengan mengatakan: “Ini bukan pekerjaan dari AS untuk mengganti rezim di seluruh dunia. Ini merupakan yang Presiden Trump pahami di Irak, ini adalah bencana kebijakan luar negeri terbesar dalam beberapa dekade, dan dia benar … Beberapa jenderal tidak memahami kesalahannya.”
Menyusul keputusannya untuk menarik pasukan minggu lalu, Trump memuji kehadiran pasukan Turki di wilayah yang diperintahkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.
“Presiden @RT_Erdogan telah memberi tahu saya bahwa dia akan memberantas apapun yang tertinggal dari ISIS (Daesh) di Suriah … dan dia adalah orang yang dapat melakukannya ditambah, Turki adalah “target selanjutnya”. Tentara kami akan pulang!” cuit Trump.
Gedung Putih dilaporkan telah memerintahkan setengah dari pasukan AS yang berada di Afghanistan, tetangga Pakistan, untuk kembali.
Hubungan antara Pakistan dan AS, sekutu dalam perang melawan teror, mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar terkait Afghanistan.
Bagaimana pun juga, beberapa perkembangan, khususnya pertolongan Islamabad untuk membawa Taliban ke negosiasi terkait Afghanistan, telah mengurangi ketegangan antara kedua negara.