Anees Suheil Barghouti
22 Juli 2018•Update: 23 Juli 2018
Anees Suheil Barghouti
RAMALLAH, Palestina
Otoritas Palestina (PA) berkata pada Sabtu bahwa yang disebut dengan "Kesepakatan Abad Ini" -- rencana alternatif untuk mencapai kesepakatan perdamaian antara Israel dan Palestina -- telah gagal.
"Terima kasih untuk ketabahan rakyat Palestina dan komitmen para pemimpin untuk kepentingan nasional, 'kesepakatan abad ini' yang dipimpin ole AS telah gagal," ujar Juru Bicara PA Nabil Abu Rudeina dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita resmi Palestina, Wafa.
"Jika kesepakatan ini sukses, maka kesepakatan ini akan memengaruhi semua orang dan negara di wilayah ini," ujar dia. Juru bicara, meski begitu, berkata bahwa Timur Tengah saat ini sedang berada di persimpangan jalan.
"Mereka [negara-negara di wilayah] harus bersatu untuk kepentingan nasional dan mencegah perubahan 'kesepakatan abad ini', yang meski sudah melambat namun belum berakhir, menjadi kesepakatan regional yang konsekuensinya tidak bisa diprediksi," ujar dia.
Menurut masyarakat Palestina, pemerintah AS mencoba menerapkan solusi politik yang menyerukan penetapan sebuah negara di Jalur Gaza dan memberi otonomi terbatas di Tepi Barat, dengan Israel tetap menguasai Kota Yerusalem.
PA menolak mediasi oleh AS sejak Desember lalu, ketika Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Timur Tengah, dengan warga Palestina yang mengharapkan Jerusalem Timur -- yang diduduki Israel sejak 1967 -- suatu saat bisa menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka.