Abdel Ra'ouf D. A. R. Arnaout
19 Juli 2022•Update: 20 Juli 2022
YERUSALEM
Kepala Staf Militer Israel Aviv Kochavi pada Senin tiba di Maroko untuk melakukan kunjungan resmi selama tiga hari, menurut militer.
Kunjungan itu akan menjadi yang pertama oleh Kochavi ke negara Afrika Utara itu sejak Tel Aviv dan Rabat menandatangani perjanjian yang disponsori Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan hubungan mereka pada 2020.
Sebuah pernyataan militer mengatakan kunjungan itu dilakukan dalam upaya untuk memperkuat kerja sama militer dan keamanan antara Israel dan Maroko.
“Salah satu topik yang akan dibahas (di Maroko) minggu ini adalah berbagi pengetahuan, pelatihan – kemampuan untuk berlatih bersama dalam manuver bersama – pengembangan senjata, transfer pengetahuan dan mungkin juga persenjataan,” kata juru bicara militer Israel Brigjen Ran Kochav kepada Ynet TV.
Kochavi dijadwalkan akan bertemu dengan pejabat militer senior selama kunjungannya ke Maroko.
Tidak ada komentar dari otoritas Maroko atas kunjungan tersebut.
Bulan lalu, pejabat militer Israel berpartisipasi sebagai pengamat dalam latihan militer besar di Maroko, yang melibatkan partisipasi pasukan dari AS, Prancis, Italia, Belanda, Chad, Brasil, Inggris, dan lainnya.
Pada November tahun lalu, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengunjungi Maroko untuk menandatangani MoU dengan menhan Maroko untuk memungkinkan kerja sama pertahanan dan militer antara lembaga pertahanan di kedua negara.
Maroko adalah negara Arab keempat yang menormalkan hubungan dengan Israel pada 2020 setelah Uni Emirat Arab, Bahrain dan Sudan, dalam sebuah langkah yang dikecam oleh Palestina sebagai "tikaman dari belakang."