Maria Elisa Hospita
31 Mei 2019•Update: 31 Mei 2019
Muhammed Nusret Altun dan Vakkas Dogantekin
ANKARA
Papua Nugini memilih James Marape sebagai perdana menteri baru pada Kamis.
Penunjukan Marape dilakukan setelah Peter O'Neill - yang berkuasa selama tujuh tahun - mengundurkan diri pada Rabu.
'Setelah ketidakpastian politik membayangi negara itu selama berminggu-minggu, anggota parlemen akhirnya menunjuk Marape, mantan menteri keuangan.
Pada April, sejumlah pejabat memutuskan mundur dari jabatan mereka sebagai bentuk protes terhadap kesepakatan pengembangan proyek gas dengan perusahaan minyak Total yang bermarkas di Prancis dan ExxonMobil dari Amerika Serikat.
James Marape termasuk diantara para pejabat yang mengundurkan diri untuk memprotes kesepakatan
Mereka mempertanyakan apakah masyarakat setempat dan perusahaan akan mendapat manfaat dari itu.
O'Neill mendapat tekanan dari golongan bipartisan karena pembagian pendapatan proyek tersebut.
Papua Nugini, yang memiliki populasi penduduk lebih dari 7,3 juta jiwa, kaya akan sumber daya alam, termasuk emas, tembaga, minyak, dan gas. Meski kaya, namun negara masih tergolong miskin.