Maria Elisa Hospita
26 November 2018•Update: 26 November 2018
Ahmet Gurhan Kartal
ANKARA
Dewan Rakyat Britania Raya akan menggelar pemungutan suara mengenai kesepakatan Brexit dan deklarasi politik sebelum Natal.
Selama konferensi pers di Brussel pada Minggu, Perdana Menteri Inggris Theresa May sekali lagi mengelu-elukan kesepakatan yang dicapai dengan Uni Eropa dan mengatakan bahwa itu adalah satu-satunya kesepakatan yang tersedia.
Sebelumnya, 27 anggota Uni Eropa menyetujui kesepakatan penarikan dan deklarasi politik mengenai hubungan masa depan UE-Inggris.
May mengatakan perkembangan yang dicapai pada Minggu merupakan hasil dari proses yang panjang dan sulit, tetapi awal dari "debat nasional yang penting", sehingga dia yakin sudah mencapai kesepakatan terbaik.
"Publik mengharapkan parlemen untuk mendukung kesepakatan. Sebagian orang di Inggris juga menginginkan tercapainya kesepakatan dan ingin kita lebih fokus pada isu-isu yang penting bagi mereka dari hari ke hari," tegas May.
Pemungutan suara parlemen
Masa-masa penuh gejolak kini sedang dihadapi oleh Dewan Rakyat, di mana mereka akan memberikan suara mereka dalam beberapa pekan mendatang.
Pemungutan suara itu telah diperdebatkan sejak rincian kesepakatan Brexit diterbitkan minggu lalu oleh pemerintah Inggris.
Partai-partai oposisi, DUP Irlandia Utara, dan beberapa anggota Partai Konservatif - termasuk mantan pemimpin partai itu Ian Duncan Smith - menyatakan bahwa mereka tak akan mendukung kesepakatan itu.
Pada Minggu, pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn mengatakan partainya akan menentang kesepakatan Brexit. Dia menggambarkan kesepakatan itu sebagai "kegagalan negosiasi yang menyedihkan".
"Saya benar-benar yakin bahwa ini adalah satu-satunya kesepakatan. Mereka yang berpikir dengan menolak kesepakatan akan ada kesepakatan yang lebih baik pada akhirnya akan kecewa," tandas Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker.
May membela kesepakatan
May mengatakan kesepakatan tersebut akan memberi negara itu "sistem imigrasi yang bukan berdasarkan asal-usul seseorang, namun pada keterampilan dan bakat".
Kesepakatan Brexit juga akan mengakhir pembayaran tahunan besar ke Uni Eropa dan ke yurisdiksi Pengadilam Eropa di Inggris.
"Inggris akan menjadi negara pesisir yang independen sekali lagi, dengan kendali penuh atas perairan kita," tambah May.
PM Inggris juga menampik kemungkinan referendum kedua mengenai kesepakatan itu.