Mesut Varol
24 Agustus 2021•Update: 25 Agustus 2021
Mesut Varol
VAN, Turki
Pasukan keamanan Turki di perbatasan Iran telah meningkatkan langkah-langkah keamanan untuk mencegah imigrasi ilegal, menghentikan penyelundupan dan mencegah teroris PKK menyusup ke negara itu.
Huseyin Ediz Tercanoglu, kepala Cabang Operasi ke-2 dari Divisi Operasi Khusus Direktorat Keamanan, mengatakan kepada wartawan pada Senin bahwa pasukan di perbatasan sedang menjalankan misi utama.
Pasukan keamanan merespons dengan cepat insiden yang mereka deteksi dengan kamera termal dan kamera penglihatan malam di Van provinsi di Turki timur yang berbagi jalur perbatasan terpanjang dengan Iran.
Dengan dukungan puluhan kendaraan lapis baja, pesawat tanpa awak, kamera termal dan kendaraan udara tanpa awak (UAV), pasukan keamanan menjaga perbatasan Iran tetap terkendali.
Semua sarana teknologi digunakan untuk mencegah migran gelap melintasi perbatasan, bahkan ketika mereka mencoba memanfaatkan gelapnya malam.
"Kami bekerja di tempat-tempat di mana penyelundupan biasa terjadi. Seluruh lingkungan dipantau oleh kamera termal berputar 360 derajat. Jika ada pergerakan, kami mengirim pasukan kami ke sana," kata Tercanoglu.
Misi tentara menjadi lebih penting sejak Taliban mengambil alih Afghanistan, dengan kekhawatiran gelombang migrasi baru yang melarikan diri dari negara itu melalui Iran dalam perjalanan ke Turki.
Turki saat ini menampung sekitar 4 juta pengungsi – lebih banyak dari negara lain mana pun di dunia – dan mengatakan tidak bisa lagi menyerap gelombang baru.
Para pejabat Turki mengatakan kemampuan Turki di perbatasan Iran lebih dari cukup untuk mencegah gelombang migrasi baru.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa – telah bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
Pasukan PKK umumnya mencari perlindungan di seberang perbatasan di Irak utara, tetapi kelompok teror itu juga memiliki cabang di Iran.