Muhammad Abdullah Azzam
21 April 2020•Update: 21 April 2020
TRIPOLI, Libya
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB pada Senin telah melancarkan tiga serangan udara terhadap milisi Jenderal Khalifa Haftar di Tarhuna, kota di tenggara ibu kota Tripoli.
Menyusul serangan udara tersebut, Mustafa al-Majei, juru bicara operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Api Kemarahan) GNA mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ada ketenangan di daerah peperangan selatan Tripoli.
Al-Majei mengkonfirmasi bahwa pasukan pemerintah GNA tengah menjaga posisi mereka di daerah sekitar Tarhuna.
Pada Sabtu, pasukan GNA meluncurkan operasi untuk merebut kembali Tarhuna, sebuah kota yang memiliki nilai strategis untuk Jenderal Haftar dan menjadi benteng besar terakhirnya di daerah sekitar Tripoli.
Tarhuna adalah tempat strategis bagi milisi Haftar dalam serangan mereka terhadap Tripoli serta untuk jalur pasokan mereka dari pangkalan udara Al-Jufra.
GNA terus-menerus diserang oleh pasukan Haftar sejak April tahun lalu, menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya meluncurkan "Operasi Badai Perdamaian" pada 26 Maret untuk menangkal serangan.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat persetujuan PBB dan internasional.