Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Februari 2020•Update: 24 Februari 2020
PBB
Sekretaris Jenderal PBB pada Jumat mengajukan permohonan dana kilat sebesar USD500 juta untuk membantu sekitar 900.000 orang yang terlantar selama serangan ganas pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia di Idlib, Suriah barat laut.
Berbicara kepada wartawan di New York, Antonio Guterres memperingatkan soal peningkatan ketegangan di Provinsi Idlib, di mana pemerintah Suriah dan pasukan Turki telah berulang kali bentrok dalam beberapa pekan terakhir seiring meningkatnya eskalasi konflik.
"Pertempuran kini melaju ke daerah-daerah dengan kepadaran penduduk tertinggi - termasuk pengungsi - dan mengancam akan mencekik jalur kemanusiaan," kata Guterres.
“Kami sedang merevisi rencana dan mengeluarkan permohonan mendesak kepada para donor dengan tambahan USD500 juta untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi baru selama enam bulan ke depan,” tambah dia.
Guterres mengatakan warga Suriah barat laut menderita krisis kemanusiaan, di mana sekitar 2,8 juta orang membutuhkan makanan, air, obat-obatan dan bantuan lainnya.
"Selama hampir setahun kami telah melihat serangkaian serangan darat pemerintah Suriah yang didukung oleh serangan udara Rusia. Bulan ini telah terjadi bentrokan mematikan yang berulang antara pasukan Pemerintah Turki dan Suriah,” ujar sekjen PBB itu.
"Saya telah berulang kali menyerukan gencatan senjata langsung di Idlib untuk mengakhiri bencana kemanusiaan dan sekarang juga untuk menghindari eskalasi yang tidak terkendali," tambah dia.
Turki menampung sekitar 3,7 juta pengungsi Suriah dan menyatakan ketidaksanggupannya untuk menampung eksodus baru.
Ankara mengatakan akan menggunakan kekuatan militer untuk mengusir kemajuan Suriah di Idlib dan untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.
“Pesannya jelas: Tidak ada solusi militer untuk krisis Suriah. Satu-satunya solusi yang mungkin tetap secara politis. Mimpi buruk kemanusiaan buatan manusia untuk rakyat Suriah yang telah lama menderita ini harus dihentikan. Itu harus berhenti sekarang," tegas Guterres.
Sekjen PBB itu mengatakan bahwa dunia saat ini menghadapi risiko konfrontasi yang semakin serius dengan konsekuensi yang semakin tak terduga.
"Sangat penting untuk mematahkan lingkaran setan kekerasan dan penderitaan," tambah dia.