Fatih Erel
12 Mei 2018•Update: 13 Mei 2018
Fatih Erel
JENEWA
April, menurut PBB, adalah bulan paling mematikan tahun ini dengan adanya peningkatan "tajam" jumlah korban sipil di Yaman yakni dengan lebih dari 230 kematian.
"Bulan April adalah bulan paling mematikan bagi warga sipil di Yaman sejauh ini pada tahun ini, dengan peningkatan tajam dalam jumlah korban. Setidaknya 236 warga sipil tewas dan 238 terluka di Yaman pada April - dengan total 474 korban sipil yang berarti lebih dari dua kali lipat. 180 korban sipil tercatat pada bulan Maret tahun ini, "kata Ravina Shamdasani, juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.
Berbicara pada konferensi pers di Jenewa, Shamdasani mengatakan enam warga sipil tewas dan 57 orang terluka pada minggu pertama bulan Mei dan memperingatkan bahwa korban tewas di negara itu berlanjut pada bulan Mei juga.
"Kami sangat prihatin tentang peningkatan tajam korban sipil, sekali lagi, pada semua pihak dalam konflik ini sudah seharusnya menghormati hukum humaniter internasional," katanya.
Menurut PBB, total setidaknya 6.385 warga sipil telah tewas dan 10.047 terluka sejak dimulainya konflik Yaman pada Maret 2015.
"Sebagian besar dari 10,185 korban sipil adalah sebagai akibat dari serangan udara yang dilakukan oleh Koalisi pimpinan Saudi," katanya.
Yaman telah dilanda oleh kekerasan dan kekacauan sejak tahun 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota Sanaa.
Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arab - yang menuduh Houthi berperan sebagai proxy Iran - meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk mengembalikan keuntungan Houthi.