Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Februari 2019•Update: 10 Februari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
PBB pada Kamis mendesak pemberontak Houthi Yaman untuk memulihkan akses ke tempat penyimpanan gandum di kota pelabuhan utama, setelah hampir setengah tahun blokade dan kelaparan yang memburuk di negara itu.
Penggilingan Gandum Laut Merah di al-Hudaydah, Yaman, menyimpan cukup banyak gandum untuk memberi makan 3,7 juta orang selama sebulan, tetapi PBB tidak dapat mengaksesnya sejak September, kata kepala bantuan kemanusiaan Mark Lowcock dalam sebuah pernyataan.
"Gandum telah dibiarkan selama lebih dari empat bulan dan bisa rusak," kata Lowcock.
Baru bulan lalu kompleks itu, yang terletak di wilayah yang dikontrol pemerintah, dihantam oleh dua bom yang mengakibatkan kebakaran yang membakar sejumlah persediaan makanan.
Hampir 10 juta orang di Yaman berada di ambang kelaparan.
Pasukan yang berafiliasi dengan Houthi, yang dikenal sebagai Ansar Allah, telah memblokir akses PBB melintasi garis depan untuk mengakses penggilingan.
"Akses ke pabrik semakin mendesak seiring berjalannya waktu dan meningkatnya risiko pembusukan gandum yang tersisa," kata Lowcock.
"Kita bisa menyelamatkan banyak orang, kebanyakan dari mereka yang berada di daerah itu dikuasai oleh Ansar Allah. Tetapi kita perlu lebih banyak bantuan dari pihak berwenang yang mengendalikan daerah ini," tambahnya.
Arab Saudi telah memimpin koalisi negara-negara melawan Houthi sejak 2015 ketika Riyadh dan sekutu Sunni-Arab meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk menggulingkan kejayaan Houthi yang dimulai tahun sebelumnya.
Kampanye yang dipimpin Saudi di Yaman telah menghancurkan infrastruktur negara itu, termasuk sistem kesehatan dan sanitasi, mendorong PBB untuk menggambarkannya sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di zaman modern.
Al-Hudaydah adalah jalur hidup utama bagi penduduk sipil Yaman yang terkepung dengan sejumlah besar bantuan kemanusiaan mengalir melalui kota pelabuhan itu.
*Betul Yuruk berkontribusi pada berita ini dari PBB