Maria Elisa Hospita
16 Juli 2018•Update: 17 Juli 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Laporan terbaru PBB yang diterbitkan pada Minggu mengungkapkan bahwa Afghanistan yang dilanda perang kehilangan sejumlah nyawa korban sipil selama enam bulan pertama tahun 2018.
Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengkonfirmasi bahwa sebanyak 5.122 korban sipil (1.692 kematian dan 3.430 yang terluka) tercatat selama paruh pertama tahun ini, yang jumlahnya tertinggi sejak UNAMA mulai mendata korban sipil pada tahun 2009.
Dalam laporan itu, UNAMA mendesak pihak-pihak yang terlibat konflik untuk melindungi penduduk sipil dan mencapai solusi damai.
Hingga saat ini, pertempuran masih terus berlangsung meski gencatan senjata selama tiga hari telah disepakati oleh pemerintah Afghanistan dan Taliban pada bulan Juni.
"Gencatan senjata singkat menunjukkan bahwa pertempuran dapat dihentikan dan warga Afghanistan tak perlu lagi menderita karena perang," kata Tadamichi Yamamoto, wakil khusus sekretaris jenderal PBB untuk Afghanistan.
UNAMA mengungkapkan bahwa separuh dari jumlah kematian diakibatkan oleh alat peledak improvisasi, di mana 52 persennya disebabkan oleh Daesh, dan 40 persennya oleh Taliban.