Maria Elisa Hospita
13 Maret 2019•Update: 13 Maret 2019
Bayram Altug
JENEWA
PBB menyatakan kekhawatiran mereka tentang situasi kemanusiaan di kamp Al-Hol, di timur laut Suriah, yang dikuasai YPG/PKK.
Babor Baloch, juru bicara Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengatakan bahwa kondisi di sana sangat memprihatinkan.
"PBB dan LSM berupaya untuk menyediakan bantuan kemanusiaan bagi 65.000 pengungsi di kamp itu," kata dia dalam konferensi pers di Jenewa.
Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jasarevic mengatakan dia mengkhawatirkan kondisi kesehatan para pengungsi.
Dia mengungkapkan sepanjang tahun 2018, sebanyak 106 anak meninggal dunia.
Selain itu, Herve Verhoosel, juru bicara Program Pangan Dunia (WFP), juga menyebutkan bahwa kamp Al-Hol yang dihuni 65.000 orang sudah penuh sesak.
Dia pun tak tahu berapa orang yang meninggal dunia selama berada di kamp.
Joel Millman, juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menolak mengungkap jumlah korban jiwa dan perlakuan YPG/PKK ke penghuni kamp.
Sejak April 2017, kelompok teror YPG/PKK telah menempatkan warga sipil yang melarikan diri dari teroris Daesh dan anggota keluarga Daesh di kamp Al-Hol.
Sejauh ini, 100 anak-anak dan 10 perempuan meninggal dunia karena kondisi kamp yang memprihatinkan.
*Ali Murat Alhas turut berkontribusi dalam