Hayati Nupus
30 April 2019•Update: 02 Mei 2019
Ali Jawad
BAGHDAD
Setidaknya 1,2 juta warga Irak mengungsi di kota dan kamp di bagian utara dan barat negara itu, ujar pemerintah Irak pada Senin.
Sementara sekitar 500.000 orang pengungsi berada di posko pengungsian di seluruh negeri dan 700.000 orang masih terlantar di sejumlah kota, kata Wakil Menteri Imigrasi dan Pengungsi Jassem al-Attiya kepada Anadolu Agency.
Al-Attiya mengatakan bahwa lembaganya, berkoordinasi dengan PBB, pada Senin meluncurkan “rencana pengembalian pengungsi ke rumah mereka dalam tenggat waktu setahun.”
Rencana itu ingin mencari solusi agar pengungsi dapat kembali ke rumah mereka, menurut al-Attya.
Lebih dari 5 juta warga Irak terpaksa mengungsi dari distrik di Provinsi Nineveh, Kirkuk, Saladin, Anbar, Diyala, serta beberapa bagian dari Babil dan pinggiran Baghdad, setelah teroris Daesh memproklamasikan diri dan menguasai sebagian besar utara serta barat Irak pada 2014.
Setelah para pejabat Baghdad menyatakan bahwa kehadiran militer grup teror di Irak telah dibubarkan setelah operasi dukungan koalisi pimpinan AS pada Desember 2017, banyak pengungsi kembali ke rumah namun sebagian lainnya tidak dapat kembali karena rumah mereka hancur selama perang melawan Daesh.
Selain itu, mereka juga tidak dapat kembali karena infrastruktur dan layanan dasar minim serta situasi keamanan belum stabil.