Maria Elisa Hospita
06 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Betul Yuruk
NEW YORK
Hampir 47.000 jiwa telah mengungsi ke kota pesisir Aden, Yaman, sejak meningkatnya kerusuhan di dua kota, sejak akhir tahun lalu, kata PBB pada Senin.
"Meningkatnya konflik di Taizz dan Hudaydah sejak Desember 2017 telah menyebabkan hampir 47.000 orang mengungsi ke Aden dan wilayah lainnya di selatan," ungkap juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric kepada wartawan.
Sementara itu, situasi di Aden tergolong "aman", dengan sekolah, pelabuhan, dan bandara beroperasi seperti biasa. Bantuan kemanusiaan pun masih tersalurkan.
"Meskipun impor makanan, bahan bakar, dan obat-obatan disalurkan melalui semua pelabuhan, blokade yang berlangsung sebelum 20 Desember 2017 berdampak kuat pada warga dan perekonomian Yaman," jelas Dujarric.
Dujarric mengatakan, harga pangan selama blokade naik 47 persen di atas rata-rata dibanding sebelum konflik mulai meningkat pada Maret 2015.
Aden merupakan ibu kota sementara yang dipimpin pemerintahan Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi sejak pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa, pada 2014.
Pada 2015, Arab Saudi dan sekutu Sunninya melancarkan serangkaian kampanye militer besar-besaran di Yaman untuk mengambil alih wilayah yang diduduki Houthi.