13 September 2017•Update: 14 September 2017
Mutasim Billah
DHAKA, Bangladesh
Sebuah pesawat membawa bantuan kemanusian dari PBB bagi pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh yang mengungsi akibat kekerasan militer di Myanmar. Bantuan itu akan diberikan pada mereka yang sedang di kamp pengungsi di tenggara Bangladesh, kata lembaga Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) pada Selasa.
"91 ton bantuan, termasuk bahan-bahan tenda, jerigen, selimut, tikar dan 1.700 tenda keluarga" sedang dalam perjalanan menuju para pengungsi di Cox's Bazar, kata Joseph Tripura, juru bicara UNHCR di Bangladesh.
Dia mengatakan barang-barang itu tiba di ibukota Bangladesh, Dhaka, dengan 2 penerbangan berbeda - satu dari gudang persediaan UNHCR di Dubai dan paket bantuan kedua datang dari sumbangan Uni Emirat Arab.
"Dua penerbangan darurat itu langsung dikerahkan untuk mengantar bantuan bagi sekitar 25.000 pengungsi. Penerbangan lainnya sedang direncanakan, jadi total jumlah pengungsi yang dibantu sekitar 120.000," jelasnya.
Pengungsi Muslim Rohingya terus masuk ke kamp Kutupalong dan Nayapara dimana UNHCR siap membantu. Dengan total lebih dari 70.000 di kedua pemukiman itu, populasi mereka naik dua kali lipat sejak 25 Agustus.
"Kedua lokasi sudah terisi penuh. Beberapa pengungsi yang sudah lama disini akhirnya membuka rumah mereka untuk menampung keluarga-keluarga lain yang baru datang. Kita membuka tenda-tenda baru yang besar untuk menampung pengungsi yang baru datang," tambah Tripura.
Sejak 25 Agustus, lebih dari 370.000 warga Rohingya asal Myanmar menyebrang ke Bangladesh untuk melarikan diri dari konflik di Rakhine, menurut PBB.
Menurut Bangladesh, lebih dari 3.000 orang Rohingya dibunuh dalam tindakan militer yang diluncurkan pemerintahan Myanmar.