Safvan Allahverdi
23 Januari 2018•Update: 24 Januari 2018
Safvan Allahverdi
ANKARA
Delegasi tingkat tinggi dari AS tiba di Ankara pada Senin untuk merundingkan sejumlah isu dengan pejabat-pejabat Turki, termasuk kerja sama dan operasi militer Turki di kawasan Afrin, Suriah, menurut sumber-sumber diplomatik.
Kelompok pejabat dari AS itu juga akan bertemu dengan Staf Umum Turki.
Pihak pejabat Turki akan dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Ahmet Muhtar Gun pada pertemuan hari Selasa, dan pihak AS dipimpin oleh Asisten Deputi Jonathan Cohen, menurut sumber yang tidak ingin menggunakan namanya.
Perbincangan diplomatik antara Washington dan Ankara terus berjalan, khususnya terkait operasi Turki melawan kelompok-kelompok teror di Afrin, kata Pentagon kepada Anadolu Agency pada Senin.
"Kami sedang berbicara kepada sekutu kami di Turki untuk mengatasi situasi itu secepatnya," kata juru bicara Adrian Rankine-Galloway.
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun pada Sabtu untuk menumpas teroris PYD/PKK dan Daesh yang berada di Afrin.
Menurut Staf Umum Turki, operasi itu bermaksud untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan kawasan sekitar serta melindungi warga Suriah dari penindasan dan kekerasan teroris.
Selama ini, AS mendukung PYD/PKK, yang dipandang Ankara sebagai cabang Suriah dari organisasi teror PKK yang memberontak melawan Turki selama lebih dari 30 tahun. Kampanye teror mereka mengambil nyawa puluhan ribu orang.
Dukungan AS terhadap kelompok teror itu tidak disambut baik oleh Ankara, karena Washington menganggap SDF - cabang dari PYD/PKK - sebagai "rekan terpercaya" dalam upayanya melawan Daesh. AS juga terus memberikan mereka senjata dan peralatan lain, walau ditentang keras oleh Turki.