Rhany Chairunissa Rufinaldo
26 Februari 2020•Update: 26 Februari 2020
Abdolsalam Salimi Poor, Mustafa Melih Ahıshalı
ISTANBUL
Seorang pejabat pasukan elit Iran mengatakan mendiang komandan militer Qassem Soleimani memainkan peran penting dalam meyakinkan pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad untuk tetap berkuasa.
"Qassem Soleimani menangani masalah Suriah sendirian ... Bashar al-Assad berada di ambang pengunduran diri dan berencana melarikan diri dari negaranya," kata Hassan Plarek kepada Kantor Berita Fars yang dikelola pemerintah Iran akhir pekan lalu.
Plarek mengutip kata-kata Soleimani yang mengatakan bahwa: "satu-satunya jalan menuju kemenangan adalah perlawanan. Dengan rahmat Allah, kita akan berhasil."
Gul Ali Babayi, salah seorang komandan Garda Revolusi Iran, mengutip mantan komandan Hossein Khamedani dalam bukunya yang berjudul "Message of the Fish."
"Malam itu, ada situasi yang sangat kompleks. Assad berpikir dia sudah selesai untuk selamanya. Dia berpikir untuk mencari suaka di negara seperti Rusia," kata Khamedani, yang kehilangan nyawanya dalam konflik Suriah, seperti dikutip oleh Babayi.
Lima belas tahun setelah Dewan Pemulihan Artefak Agama didirikan, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menyerahkan dewan administrasi organisasi kepada Pasukan Quds, yang bertanggung jawab atas operasi eksternal Pengawal Revolusi.
Soleimani, yang terbunuh dalam serangan rudal Amerika Serikat di Baghdad awal tahun ini, menunjuk Plarek, temannya selama 40 tahun, sebagai kepala dewan.
Posisi penting lain yang dipegang oleh Plarek adalah kepala perusahaan restorasi lain yang bertanggung jawab untuk memulihkan tempat-tempat suci dan bangunan-bangunan Syiah di Irak dan Suriah.
Soleimani juga telah memerintahkan komite ekonomi Pasukan Quds menemukan cara untuk mengatasi sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS kepada Iran.