Zehra Nur
10 November 2021•Update: 12 November 2021
ANKARA
Seorang pejabat PBB pada Selasa memuji Turki atas dukungan dan peran utamanya dalam Aliansi Peradaban PBB (UNAOC).
Berbicara kepada Anadolu Agency setelah peresmian kantor badan PBB di Jenewa, Perwakilan Tinggi PBB untuk UNAOC Miguel Angel Moratinos mengatakan markas utama mereka akan berada di New York tetapi mereka ingin lebih dekat dengan Eropa dan Timur Tengah untuk memperkuat kegiatan mereka di wilayah ini.
“Kita harus melawan antisemitisme, kita harus melawan Islamofobia, dan kita harus memahami apa yang sedang terjadi di Eropa,” kata Moratinos.
“Jenewa akan menjadi platform untuk menyelenggarakan konferensi dan semacam meja bundar untuk menyatukan budaya dan orang yang berbeda,” ungkap dia, seraya menambahkan bahwa mereka ingin memberi badan itu lebih banyak visibilitas, dan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara anggota PBB dan badan-badan PBB.
Memuji peran utama Turki dan Spanyol dalam aliansi dan posisi strategis mereka di dunia, Moratinos mengatakan, “Kedua negara menggabungkan upaya antara Timur dan Barat dan mereka siap untuk berkolaborasi dan menyebarkan pesan penting bahwa kita harus hidup bersama."
Turki memiliki masa lalu yang luar biasa dan merupakan “aktor luar biasa” di wilayahnya, ujar dia.
Peresmian kantor UNAOC di Jenewa digelar dengan upacara pada Senin malam.
Upacara pembukaan dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, Perwakilan Tinggi PBB Moratinos, dan Direktur Jenderal Kantor PBB di Jenewa Tatiana Valovaya.
Inisiatif Aliansi Peradaban, yang didirikan 16 tahun lalu di bawah kepemimpinan bersama Turki dan Spanyol, bertujuan untuk mengatasi ketakutan dan polarisasi antara negara-negara Muslim dan masyarakat Barat.
Mereka terus memberikan dukungan politik dan keuangan yang konsisten kepada UNAOC.
Saat ini, UNAOC juga mendapat manfaat dari dukungan politik dari 127 negara anggota PBB, satu negara non-anggota, dan 28 organisasi internasional yang mewakili semua benua, masyarakat, dan budaya.