Dilan Pamuk
05 Januari 2022•Update: 06 Januari 2022
ANKARA
Presiden Kazakh Kassym-Jomart Tokayev menerima pengunduran diri pemerintah pada Rabu lewat dekrit setelah gelombang protes massal melanda menyusul kenaikan harga bahan bakar gas.
"Sesuai dengan Pasal 70 Republik Kazakhstan, saya dengan ini memutuskan untuk menerima pengunduran diri pemerintah Republik Kazakhstan," kata Tokayev dalam dekritnya.
Menurut dekrit tersebut, Wakil Perdana Menteri Pertama Alikhan Smailov ditunjuk sebagai perdana menteri sementara.
Meski dekrit itu segera berlaku, para anggota Kabinet diminta tetap menjalankan tugasnya hingga pemerintahan baru terbentuk.
Saat protes menyebar ke seluruh negeri pada hari sebelumnya, Tokayev mengumumkan keadaan darurat di kota Almaty dan wilayah kaya minyak Mangystau antara 5-19 Januari untuk menjaga keamanan publik.
Dia juga memberlakukan jam malam di Almaty, bekas ibu kota Kazakhstan, tempat ribuan orang turun ke jalan.
Sementara polisi menggunakan granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa.
Bentrokan meletus antara polisi dan demonstran yang berujung pembakaran mobil polisi oleh pengunjuk rasa.
Pemerintah juga telah membatasi akses ke media sosial termasuk Facebook dan Telegram.
Protes pecah pada 2 Januari ketika pengemudi mengadakan demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar di kota Zhanaozen di Mangystau, yang kemudian menyebar ke kota Aktau.
Protes di kota-kota barat Atyrau, Aktobe dan Oral, di mana cadangan minyak dan gas berada, menyebar ke kota-kora lain Kazakhstan yang berubah menjadi demonstrasi publik.