Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Agustus 2019•Update: 20 Agustus 2019
TRIPOLI, Libya
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB pada Senin mengumumkan telah menjatuhkan drone milik Uni Emirat Arab (UEA) di kota Misrata.
"Drone bersenjata UEA dihantam oleh sistem pertahanan darat selama operasi yang dilakukan oleh pasukan GNA," kata sebuah pernyataan resmi GNA di media sosial.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa drone bersenjata itu adalah salah satu dari dua pesawat yang menargetkan pesawat dan infrastruktur di bandara Misrata.
GNA menambahkan bahwa serangan Jenderal Khalifa Haftar terhadap warga sipil akan segera ditanggapi dengan keras.
Pihak Haftar belum memberikan pernyataan untuk menanggapi insiden tersebut.
Meskipun didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan Mesir, Haftar belum mampu menghasilkan pencapaian berarti sejak 4 April, ketika dia mulai menyerang posisi GNA di Tripoli.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bentrokan keduanya telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar 5.500 lainnya terluka.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika Muammar Khaddafi digulingkan dan tewas dalam pemberontakan yang didukung NATO setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, muncul dua kursi kekuasaan yang saling bersaing di negara kaya minyak itu, satu di Libya timur dan satu lagi berbasis di Tripoli.