Marıa Elısa Hospıta
15 Januari 2020•Update: 15 Januari 2020
Shukri Hussein
ADEN, Yaman
Pemerintah Yaman dan Dewan Transisi Selatan (STC) mulai menarik pasukan dari selatan Provinsi Abyan sesuai dengan kesepakatan yang dicapai di Riyadh.
November tahun lalu, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan STC yang didukung Uni Emirat Arab menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri konflik di beberapa kota, termasuk Aden.
"Kedua belah pihak menarik diri pada Selasa di bawah pengawasan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi di Yaman," ungkap seorang sumber militer kepada Anadolu Agency.
Pada Kamis, pemerintah Yaman dan STC sepakat untuk mengimplementasikan fase kedua Perjanjian Riyadh yang mencakup penarikan pasukan.
Menurut sumber itu, penarikan pasukan akan berlangsung selama satu pekan ke depan.
Perjanjian tersebut menekankan kembalinya pemerintah Yaman ke ibu kota sementara, Aden, dan menggabungkan semua kelompok militernya di bawah Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri.
Yaman telah diguncang konflik sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Krisis memuncak pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Sejak itu, puluhan ribu warga Yaman terbunuh dalam konflik tersebut, sementara 14 juta lainnya berisiko menderita kelaparan.
* Ahmed Asmar ikut melaporkan dari Ankara