Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Januari 2019•Update: 16 Januari 2019
Umar Farooq
WASHINGTON (AA) - Saat penutupan pemerintahan AS memasuki hari ke 25, para pegawai pemerintah beralih ke situs penggalangan dana online untuk menutupi biaya hidup mereka sambil menunggu gaji mereka dibayarkan.
Banyaknya pekerja yang menggunakan situs GoFundMe untuk membuat permohonan bantuan menunjukkan dampak negatif dari penutupan pemerintahan terhadap sekitar 800.000 tenaga kerja.
Lebih dari 1.500 kampanye penggalangan dana diluncurkan di situs urun dana itu, juru bicara Katherine Cichy mengatakan kepada CNN pada Selasa.
Para pekerja telah menggalang dana sekitar USD300.000 sejak Januari, setelah banyak akun baru bermunculan.
Warga Arizona, Jo Ann Goodlow, menggunakan GoFundMe setelah penutupan pemerintahan menyebabkan gajinya tidak dibayarkan.
Goodlow yang juga merupakan seorang orang tua tunggal bertanya-tanya bagaimana dia akan menghidupi tiga anaknya.
"Saya melakukan pekerjaan paruh waktu dan mengambil beberapa jam tambahan untuk mendapatkan uang. Tapi kenyataannya, semua itu hampir tidak cukup untuk membayar keperluan sehari-hari," kata Goodlow di halaman kampanye GoFundMe-nya.
"Perjuangan ini benar-benar nyata bagi saya sekarang" tambahnya.
Goodlow mampu mengumpulkan lebih dari USD14.000, melampaui target awalnya sebesar USD5.000.
Anna Cory, seorang pustakawan dari North Carolina yang bekerja untuk Badan Perlindungan Lingkungan, pertama kali menjual barang koleksinya secara online di Facebook untuk mengumpulkan dana karena dia belum menerima gajinya.
Dia menjual buku-buku langka dan antik dari tahun 1800-an miliknya.
"Sebagai seorang pustakawan, barang itu sangat berharga bagi saya. Sangat menyakitkan ketika harus melepas mereka pergi," kata Cory pada The Washington Post.
Dia meluncurkan kampanyenya pada Jumat lalu dan dalam empat hari mampu mengumpulkan lebih dari USD4.000, yang katanya bisa memberinya sedikit lebih banyak ruang bernapas selama dia mencari pekerjaan permanen.