Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Setidaknya lima orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam "serangan" yang terjadi pada Kamis di kantor koran Capital Gazette yang berada di Annapolis, Maryland, AS.
"Ada lima korban yang kami tahu," kata Wakil Kepala Polisi Daerah Anne Arundel, Bill Krampf, dalam konferensi pers di dekat tempat kejadian perkara.
Eksekutif Daerah Anne Arundel, Steven Schuh, berkata kepada media AS bahwa keempat korban tewas ditembak di tempat. Korban kelima, yang ditembak di tubuh bagian atas dan lengan, tewas di Pusat Kesehatan Universitas Maryland.
Tersangka penembakan diidentifikasi sebagai Jarrod Warren Ramos, seorang pria kulit putih berusia 38 tahun, yang menggunakan senapan dalam serangan itu.
Ramos saat ini sudah ditahan dan diinterogasi, namun menurut petugas polisi, menolak untuk bekerja sama dengan para penyidik.
Menurut Krampf, Ramos memasuki gedung dengan membawa senapan dan berjalan ke lantai bawah, di mana kantor koran tersebut berada.
Mengatakan insiden ini sebagai "serangan yang disengaja", Krampf berujar masih belum diketahui apakah tersangka sengaja menargetkan seseorang atau jika dia mengenal pegawai-pegawai yang bekerja di koran tersebut.
"Orang ini sudah siap menembaki orang-orang. Niatnya adalah untuk membahayakan," tukas dia, menambahkan bahwa tersangka "mungkin" berhubungan dengan koran tersebut di media sosial.
Media AS melaporkan bahwa Ramos pernah menuntut koran tersebut dengan pasal pencemaran nama baik pada 2012 namun kasusnya dihentikan.
Sepakat dengan pernyataan Krampf soal "serangan yang disengaja", polisi berkata tersangka juga telah memotong jari-jarinya, kemungkinan sebagai upaya untuk menghindari identifikasi. Meski begitu, polisi berhasil mendapatkan identitas Ramos melalui perangkat lunak pengenalan wajah.
Selama proses penyerangan, Phil Davis, reporter Gazette, mengunggah cuitan di Twitter yang berisi "seorang penembak memberondong peluru ke beberapa orang di kantor saya, beberapa di antaranya tewas."
"Saya seorang reporter polisi. Saya menulis tentang hal-hal seperti ini -- biasanya tidak sejauh ini, tapi tentang penembakan dan kematian -- setiap saat," ujar Davis.
"Namun betapa pun saya mencoba menggambarkan bagaimana rasanya berada di bawah meja kerja Anda untuk bersembunyi, Anda tidak akan pernah tahu sampai Anda yang berada di sana dan merasa tidak berdaya."
Penembakan ini mendapatkan reaksi luar biasa dari polisi. Meski, kondisi korban tak segera diketahui karena polisi masih mengkonfirmasi jumlah orang yang terluka.
Gubernur Maryland, Larry Hogan, berkata dia "sangat terluka saat mengetahui tragedi yang terjadi di Annapolis ini," menambahkan bahwa dia terus berkomunikasi dengan otoritas dan Kepolisian Negara Bagian Maryland yang berada di lokasi kejadian untuk mendampingi polisi daerah.
"Kita harus bersatu untuk mengakhiri kekerasan ini," cuit Senator Chris Van Hollen.
Presiden Donald Trump diberi informasi tentang penembakan ini saat berada di Winconsin untuk melakukan kampanye.
"Sebelum berangkat ke Wisconsin, saya diberi tahu tentang penembakan di Capital Gazette di Annapolis, Maryland. Doa saya bersama para korban dan keluarga. Terima kasih untuk tim Reaksi Pertama yang saat ini berada di lokasi kejadian," kata Trump melalui Twitter.
Agen-agen federal dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak Baltimore juga berada di lokasi.
news_share_descriptionsubscription_contact

