Levent Tok, Omer Koparan, Mohamad Misto
24 April 2018•Update: 25 April 2018
Levent Tok, Omer Koparan, Mohamad Misto
ISTANBUL/AZAZ
Pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad melancarkan serangan intensif ke kawasan-kawasan yang dikuasai Daesh di Kamp Yarmouk, yang merupakan daerah pengungsi Palestina di selatan Damaskus.
Setelah menguasai seluruh wilayah Ghouta Timur, pasukan rezim pada Kamis lalu mulai meluncurkan serangan ke Yarmouk, yang hampir sepenuhnya dikuasai oleh Daesh. Negosiasi yang dilakukan rezim agar Daesh mengosongkan daerah yang telah dikepung sebelumnya tidak membuahkan hasil.
Menurut informasi yang dihimpun koresponden Anadolu Agency dari sumber-sumber lokal, rezim Assad telah meluncurkan lebih 300 serangan udara ke kawasan tersebut dalam 5 hari.
Sumber mengatakan, rezim Assad dan kelompok-kelompok yang didukung Iran, telah membentuk koridor bagi anggota Daesh agar mereka dapat mencapai daerah gurun Homs melalui di provinsi As-Suwayda di tenggara Damaskus.
Menurut data Kelompok Aksi untuk Palestina, setidaknya 20 pengungsi Palestina tewas di Yarmouk, di mana 336 barel bom dan 150 rudal telah diluncurkan sejak awal operasi.
Warga sipil di Kamp Yarmouk hidup dalam pengepungan
Kamp Yarmouk adalah sebuah permukiman dengan luas 16 kilometer persegi dan berjarak 8 kilometer dari selatan Damaskus. Sebagian besar penduduknya adalah pengungsi Palestina.
Organisasi teroris Daesh menguasai area seluas 8 kilometer persegi di bagian barat Yarmouk, sementara Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menguasai area seluas 7 kilometer persegi di bagian timur kawasan tersebut.
Sedangkan areal seluas 1 kilometer persegi di utara Kamp Yarmouk dikendalikan oleh kelompok bersenjata anti-rezim, Hayat Tahrir al-Sham.
Kawasan yang dikuasai Daesh di Yarmouk, yang telah dikepung oleh rezim dan kelompok dukungan Iran selama sekitar lima tahun terakhir, merupakan rumah bagi 2.500 keluarga yang sebagian besarnya adalah pengungsi Palestina.
Sementara itu, sekitar 100 ribu warga sipil yang tinggal di daerah yang dikuasasi FSA juga berada dalam pengepungan.
Seorang warga asal Gaza yang tinggal di daerah yang dikuasai oposisi, Um Fida (65) kepada Anadolu Agency mengatakan, "Mereka ingin kami meninggalkan rumah kami. Kami tidak ingin pergi. Kami telah membesarkan anak-anak kami di sini, agar kelak mereka dapat kembali ke Palestina.”
“Kami sudah terbiasa tanpa listrik dan air atau kelaparan. Dulu ada 750 ribu orang di sini. Sampai tahun 2010, wilayah kami bersaing dengan Damaskus dalam hal perdagangan dan produksi,” tambah dia.
Daesh yang menduduki 95 persen Kamp Yarmouk, juga menguasai sejumlah permukiman di sekitar wilayah tersebut.