Hayati Nupus
19 Juni 2019•Update: 21 Juni 2019
Hayati Nupus
JAKARTA
Penyidik internasional yang dipimpin Belanda hari ini akan mengumumkan nama-nama tersangka penembakan Pesawat Malaysia Airlines MH17 di langit Ukraina lima tahun lalu, lansir The Star.
Tim bertugas untuk memberikan tanggung jawab pidana atas penghancuran pesawat dan memberi tahu keluarga korban terkait perkembangan kasus tersebut.
Lembaga penyiaran Belanda RTL dan NOS akhir pekan lalu melaporkan bahwa para penyelidik akan mengungkapkan nama-nama tersangka. Sedang laporan Interfax Ukraina pada Selasa memaparkan wawancara Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Olena Zerkal bahwa jaksa penuntut akan menyebutkan nama empat tersangka utama.
MH17 ditembak jatuh pada 17 Juli 2014 di atas wilayah yang dikendalikan oleh separatis pro-Rusia di timur Ukraina saat terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur Malaysia.
Seluruh penumpang dan awak kapal sejumlah 298 orang tewas.
Mayoritas korban adalah orang Belanda. Tim investigasi gabungan yang dibentuk pada 2014 oleh Australia, Belgia, Malaysia, Belanda dan Ukraina menyimpulkan bahwa pesawat itu ditembak rudal Rusia.
Pemerintah Rusia menyangkal adanya dukungan pada pemberontak pro-Rusia melawan pasukan pemerintah Ukraina. Juga menyangkal keterlibatan menembak jatuh MH17.
Tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut insiden MH17 itu sebagai “tragedi mengerikan” tapi Moskow tak dapat disalahkan dan ada penjelasan lain atas apa yang terjadi.
Pemerintah Belanda dan Australia tetap menganggap Rusia bertanggung jawab secara hukum.
Sebelumnya, jaksa mengatakan rudal yang menembak pesawat itu berasal dari Brigade Anti-Aircraft ke-53 Rusia, yang berpusat di Kota Kursk, barat Rusia.
Langkah selanjutnya, ujar mereka, adalah mengidentifikasi masing-masing pelaku dan mengadili mereka.
Belanda mengatakan belum ada kerja sama Rusia berupa penyelidikan dan Moskow tak akan menyerahkan tersangka.
Sementara otoritas Belanda mengatakan tak mungkin mengadili tersangka secara in absentia.