WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan dia telah berbicara dengan sejawatnya dari Rusia pada Jumat untuk pertama kalinya dalam hampir enam bulan untuk menekan Moskow agar menerima proposal AS untuk pembebasan dua orang Amerika yang ditahan di Rusia.
Blinken menolak untuk menguraikan tanggapan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov terhadap “proposal penting” yang diajukan AS beberapa minggu lalu, tetapi mengatakan “hal penting” bahwa Lavrov mendengar langsung darinya tentang masalah tersebut.
“Saya mendesak Menteri Luar Negeri Lavrov untuk bergerak maju dengan proposal itu,” kata Blinken, menggambarkan percakapan itu dilakukan secara “terus terang dan langsung.”
AS tengah mengupayakan pembebasan Brittney Griner dan Paul Whelan, dua warga Amerika yang masih berada dalam tahanan Rusia.
Griner, 31, adalah pemain bola basket yang ditangkap pada Februari setelah pihak berwenang Rusia mengatakan mereka menemukan minyak ganja di tangannya.
Dia mengaku bersalah pada awal Juli atas tuduhan narkoba tetapi tetap mempertahankan bahwa dia menggunakan ganja obat untuk mengobati rasa sakit dan menyangkal bahwa dia bermaksud melanggar hukum Rusia.
Whelan telah ditahan di Rusia sejak 2018 atas tuduhan spionase.
AS belum memberikan rincian tentang proposalnya tetapi CNN melaporkan pada Rabu bahwa pemerintahan Biden menawarkan untuk menukar pelaku perdagangan senjata Rusia yang dihukum, Viktor Bout, dengan dua orang Amerika itu.
Bout saat ini menjalani hukuman penjara 25 tahun dan Departemen Kehakiman telah menyuarakan penentangan terhadap potensi pertukaran tersebut, menurut CNN.
Selain tawaran AS, Blinken mengatakan dia “menjelaskan” ke Rusia bahwa kemungkinan pencaplokan wilayah tambahan Ukraina “tidak akan pernah diterima.”
“Dunia tidak akan mengakui pencaplokan. Kami akan mengenakan konsekuensi tambahan yang signifikan bagi Rusia jika melanjutkan rencananya itu,” tegas dia.
“Kami juga akan terus mendukung Ukraina, mendukung kemampuannya untuk mempertahankan diri, dan membebankan biaya pada Rusia sampai agresinya berakhir,” tukas Blinken.