Chandni
07 Desember 2017•Update: 08 Desember 2017
YERUSALEM
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu mengatakan "identitas historis" Israel semakin dikenal menyusul langkah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Koran Haaretz mengutip Netanyahu yang mengatakan "identitas nasional dan historis" Israel akan segera "menerima pengakuan".
Pemimpin Israel itu merilis pernyataannya hanya beberapa jam sebelum pidato Presiden AS Donald Trump yang memaparkan rencananya memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sebelumnya, Netanyahu juga menyatakan statemennya dalam sebuah video berbahasa Ibrani di halaman Facebook resminya.
Rabu petang, Presiden Donald Trump mengumumkan AS secara resmi telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Langkah itu menuai kritik - antara lain dari Turki, Iran dan negara-negara Timur Tengah - karena dinilai akan menggagalkan perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel.