Hasan Esen
07 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Hasan Esen
MADRID
Menyambut Hari Perempuan Internasional, perempuan-perempuan di Spanyol akan melancarkan aksi mogok kerja di tempat kerja dan juga di rumah.
Komisi 8 Maret yang dibentuk oleh kelompok-kelompok feminisme dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa perempuan-perempuan Spanyol tengah bersiap untuk angkat suara melawan kekerasan, pelecehan dan ketimpangan upah dengan turun ke jalan pada Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret besok.
Pernyataan tersebut menyoroti meningkatnya jumlah wanita yang menjadi korban kekerasan laki-laki, terbunuhnya lebih dari 1.000 wanita dalam 14 tahun terakhir, dan pelecehan seksual terhadap wanita di tempat kerja, jalanan, dan bahkan di tempat hiburan.
Juga ditekankan bahwa perempuan-perempuan imigran tidak mendapatkan perlindungan yang cukup atas pelecehan seksual karena mereka takut akan ditahan atau dideportasi jika melapor.
Menurut pernyataan tersebut, ketimpangan upah di tempat kerja telah mencapai 23 persen.
Pernyataan tersebut juga menyoroti posisi pemimpin yang pada umumnya dimiliki oleh laki-laki, wanita yang lebih banyak bekerja musiman atau paruh waktu dan sedikitnya lapangan kerja untuk wanita.
Larangan menyetrika dan mencuci baju
Selain menyerukan perempuan yang bekerja untuk mengikuti aksi mogok pada Hari Perempuan Internasional, Komisi 8 Maret juga menyarankan para ibu rumah tangga untuk tidak “mengantar anak sekolah, mencuci baju, menyetrika, memasak dan merawat cucu” pada Hari Perempuan Internasional.
Dalam hal konsumsi, para perempuan diminta untuk "tidak mengeluarkan uang selain untuk hal wajib seperti air, listrik, transportasi, komunikasi dan makanan, terutama untuk tidak membeli apa pun dari tempat yang memperkerjakan perempuan dalam kondisi-kondisi buruk".
Kepada pelajar, komisi menyerukan mereka untuk “tidak pergi ke sekolah, ingatkan bahwa Anda memiliki hak mogok jika ada ujian untuk menarik perhatian terhadap situasi perempuan dengan melakukan aksi di kampus”.
Dua wali kota mendukung aksi mogok kerja
Wali kota Madrid Manuela Carmena dan Wali kota Barcelona Ada Colau mendukung aksi mogok kerja dengan slogan “Dunia akan berhenti jika kami berhenti” tersebut.
Dua serikat pekerja besar juga menyerukan mogok kerja antara pukul 11.30-13.30 dan 16.00-18.00 untuk mendukung perempuan.
Sebagai bagian dari aksi mogok kerja tersebut juga akan diadakan aksi turun ke jalan di Madrid, Barcelona, Valencia dan Sevilla pada malam hari.