Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 November 2020•Update: 26 November 2020
ANKARA
Sebuah perusahaan China pada Rabu mengumumkan telah meminta persetujuan resmi dari pihak berwenang untuk memasarkan vaksin Covid-19.
Wakil Direktur Umum Sinopharm Shi Shengyi mengatakan perusahaan telah mengumpulkan data dari negara-negara besar yang melakukan uji klinis vaksin dan hasilnya diharapkan menguntungkan, kutip Global Times.
Sebelumnya, perusahaan itu mengatakan telah menyerahkan data klinis fase-3 vaksin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan China dan sedang dalam proses memberikan data yang lebih rinci.
Sinopharm mengatakan sedang dalam tahap akhir sebelum pemasaran dan saat ini mereka menempatkan persetujuan vaksin sebagai prioritas utama.
Perusahaan itu diperkirakan merilis data fase-3 vaksinnya setelah mendapat persetujuan pemerintah.
"Data kami dievaluasi oleh departemen terkait mengikuti protokol yang bahkan lebih ketat daripada di beberapa negara Barat, dan kami berkomunikasi erat dengan WHO," kata perwakilan Sinopharm.
Bulan lalu, China mengklaim bahwa vaksin eksperimental untuk perlindungan terhadap Covid-19 tidak menunjukkan reaksi yang merugikan.
Menurut pejabat China, negara itu memiliki 13 kandidat vaksin yang telah memasuki uji klinis, termasuk empat dalam uji coba fase-3.
Lebih dari 100 vaksin untuk mencegah virus korona berada pada tahap perkembangan yang berbeda.
Produsen obat Amerika Serikat Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech pekan lalu mengatakan bahwa vaksin Covid-19 mereka 95 persen efektif, meningkatkan perkiraan sebelumnya sebesar 90 persen.
Pengumuman itu disampaikan beberapa hari setelah perusahaan obat AS Moderna mengatakan vaksin mereka efektif 94,5 persen.
- Efek jangka panjang
Sebuah penelitian terbaru di China menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan efek kesehatan jangka panjang.
Studi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang mengungkapkan bahwa pasien virus korona yang dipulangkan dari rumah sakit banyak mengalami masalah seperti kelelahan, kelemahan otot, kesulitan tidur dan kecemasan.
"Selama penelitian, tindak lanjut dilakukan di klinik rawat jalan Rumah Sakit Jinyintan Wuhan [di Wuhan, Provinsi Hubei, China Tengah], dan semua peserta diwawancarai secara langsung oleh dokter terlatih. Mereka diminta untuk mengisi serangkaian kuesioner dan mereka juga menjalani tes lain, termasuk tes berjalan selama enam menit,"kata Cao Bin, wakil presiden Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam bulan setelah timbulnya gejala, sekitar setengah dari pasien masih memiliki setidaknya satu pola topografi terkomputasi yang abnormal.
Pasien yang sakit lebih parah selama rawat inap cenderung mengalami gangguan kapasitas difusi paru yang lebih parah dan pencitraan dada yang abnormal.
Cao merekomendasikan pasien yang sembuh dari virus perlu melakukan latihan fisik secara teratur untuk menjaga kesehatan, menghindari konsumsi alkohol atau merokok dan menerima konseling psikologis jika diperlukan.