Muhammad Abdullah Azzam
08 Februari 2018•Update: 08 Februari 2018
Haydar Hadi
BAGHDAD
Perdana Menteri Irak Haydar al-Ibadi mengatakan bahwa pasukan koalisi berencana akan menarik dan mengurangi tentaranya secara bertahap dari Irak, Rabu.
Pada konferensi pers setelah pertemuan kabinet di Baghdad, Ibadi mengatakan, "Kedatangan pasukan Amerika Serikat (AS) ke Irak untuk membantu berperang melawan Daesh adalah permintaan dari pemerintah lama (Nuri al-Maliki). Lalu kami memperluasnya menjadi pasukan koalisi internasional.
Setelah ini, pasukan koalisi berencana untuk menarik dan mengurangi jumlah pasukan koalisi secara bertahap dari Irak setelah Daesh (mengangkat kaki dari Irak), " kata dia.
"Kami telah mengalahkan kelompok teroris di medan perang, namun ancaman terhadap kami masih terus berlanjut meski kami telah melindungi daerah perbatasan Suriah," ujar dia.
"Kami membutuhkan dukungan udara milik pasukan internasional untuk memantau pergerakan kelompok teroris ini," ungkap dia.
Ibadi juga mengungkapkan telah mengembangkan dan akan terus menjaga hubungan ekonomi dengan Turki, Iran, Kuwait, Yordania, Mesir, dan negara lainnya.
Selain itu Ibadi juga menyinggung hal terkait konferensi yang akan diselenggarakan dalam beberapa hari mendatang di Kuwait untuk membicarakan rekonstruksi Irak.
Di sisi lain, terkait perseteruan antara Hizbullah dengan AS di Irak, juru bicara milisi Syiah Hizbullah di Irak Jafar al-Husseini menyatakan, "Perang dengan pasukan AS di Irak bisa dimulai kapan saja. Kali ini tak ada perantara satu pun yang akan memberikan keuntungan kepada Amerika," tegas dia.