Umar Idris
09 Agustus 2020•Update: 11 Agustus 2020
Abdelrahman Fathy Ramadan Mohamed, Gulsen Topcu
BEIRUT, Lebanan
Perdana menteri Lebanon pada hari Sabtu mengumumkan akan mengajukan RUU pemilihan umum (Pemilu) dalam pertemuan Kabinet pada hari Senin.
Akibat protes yang terjadi di pusat Beirut, di Lapangan Martir, melawan krisis ekonomi, jalan menuju gedung parlemen telah ditutup selama berbulan-bulan.
Perdana Menteri Hassan Diab berbicara kepada pers menanggapi protes yang berlanjut.
"Saya akan mengajukan RUU Pemilu lebih awal dalam rapat Kabinet pada Senin," kata Diab, seraya menambahkan bahwa negaranya telah melalui proses yang luar biasa.
Sambil menyerukan kepada semua partai politik untuk berdamai, "Kami tidak punya banyak waktu, saya akan bertanggung jawab sampai semua partai politik mencapai kesepahaman," tambah Diab.
Diab mengatakan ledakan di pelabuhan di Beirut adalah hasil dari administrasi yang buruk dan korupsi yang berlangsung selama bertahun-tahun, dan menambahkan: "Setiap orang yang bertanggung jawab atas ledakan itu akan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka. Bencana ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Penyelidikan akan ditingkatkan untuk membuka kejahatan mereka, semua orang yang terkait dengan ledakan itu, " tambahnya.
Masalah politik harus dikesampingkan dan tanggung jawab nasional harus diambil, kata perdana menteri.
Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, sejauh ini sedikitnya 158 orang telah tewas dan lebih dari 6.000 lainnya luka-luka sejak ledakan Selasa melanda beberapa bagian ibu kota Lebanon.
Namun, jumlahnya cenderung meningkat seiring upaya pencarian terus dilakukan.
Tragedi itu terjadi pada saat Lebanon mengalami krisis ekonomi terparah, termasuk penurunan drastis nilai Pound Lebanon terhadap dolar AS.
* Ditulis oleh Firdevs Bulut di Ankara.