Muhammad Abdullah Azzam
22 Februari 2019•Update: 25 Februari 2019
Behlül Çetinkaya
ISLAMABAD
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional menyatakan dirinya memberikan wewenang kepada militer untuk menanggapi serangan yang mungkin datang dari India.
Dewan Keamanan Nasional Pakistan di bawah pimpinan Khan belakangan ini tengah membahas masalah keamanan nasional setelah peristiwa serangan di Kashmir, India, pekan lalu.
Setelah pertemuan itu, Khan mengatakan jika India melakukan serangan, maka tentara Pakistan siap melakukan perlawanan dengan tegas dan menyeluruh. Dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri dan militer juga diinstruksikan untuk mengambil tindakan yang diperlukan.
Khan menuturkan India menyalahkan Pakistan atas serangan itu. "Pakistan tak memiliki hubungan dengan insiden tersebut. Serangan itu direncanakan dan dilakukan di dalam (negeri)," ungkap Khan mengisyaratkan bahwa negaranya mendapatkan tuduhan dari negara tetangganya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan masalah Kashmir dapat diselesaikan dengan dialog seperti di Afghanistan.
Khan mencatat bahwa India kerap menyalahkan Pakistan atas serangan-serangan yang terjadi di Kashmir tanpa melakukan penyelidikan yang independen.
PM Khan mengatakan bahwa negaranya berjanji akan melakukan penyelidikan yang diperlukan bila India menyajikan bukti yang sah terkait tuduhan tersebut.
"Tawaran kami ini bukan karena kami berada di bawah tekanan, tetapi ini adalah pemahaman kami mengenai kebijakan luar negeri," ungkap Khan.
Ketegangan antara Pakistan dan India kembali meningkat setelah terjadi peristiwa serangan di Kashmir pada 14 Februari lalu.
Sebanyak 44 tentara India tewas dalam serangan pada minggu lalu di Kashmir bagian India, dan India mengklaim bahwa para penyerang didukung oleh Pakistan.
Pakistan pun menolak tuduhan tersebut serta membuat pernyataan mengecam serangan itu.