Maria Elisa Hospita
12 Mei 2020•Update: 12 Mei 2020
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Pemerintah koalisi Lesotho yang dipimpin oleh Perdana Menteri Thomas Thabane tumbang pada Senin, setelah mitra aliansi menarik dukungan mereka.
Thabane, 80, berada di bawah tekanan untuk mengundurkan diri setelah dirinya dituding terlibat dalam pembunuhan mantan istrinya, Lipolelo Thabane.
Menurut pengumuman yang dibuat oleh Ketua Majelis Nasional Sephiri Motanyane, Thabane harus mengundurkan diri dari posisinya pada 22 Mei.
"PM Thabane telah mengadukan masalah tersebut kepada Dewan Negara yang diharapkan akan memetakan rencana ke depannya," ungkap Menteri Komunikasi Thesele Maseribane.
Sementara itu, Sam Rapapa, wakil ketua partai Thabane, All Basotho Convention (ABC), mengatakan Menteri Keuangan Moeketsi Majoro telah disetujui oleh semua pihak sebagai kandidat untuk menggantikan Thabane.
Pemerintahan koalisi Thabane yang terdiri dari Partai ABC, Aliansi Demokrat (AD), Partai Nasional Basotho (BNP), dan Kongres Reformasi Lesotho (RCL), dibentuk pada 2017.
Pada Senin, tiga dari empat mitra koalisi yang berkuasa mengakhiri dukungan mereka untuk Thabane.
Awal tahun ini, Maesaiah Thabane, 42, istri Thabane, secara resmi didakwa bersalah atas pembunuhan Lipolelo Thabane.
Thabane dan Lipolelo berpisah pada 2012 dan mantan istrinya itu tewas dibunuh di tengah proses perceraian.
Lipolelo ditembak di dekat rumahnya di Maseru pada Juni 2017, hanya dua hari jelang pelantikan Thabane sebagai perdana menteri.