Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
09 Januari 2020•Update: 10 Januari 2020
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Setelah serangan Iran terhadap dua pangkalan Amerika Serikat di Irak, Polandia mengevakuasi duta besarnya dari Baghdad, lansir media lokal, Rabu.
Menteri Luar Negeri Polandia Jacek Czaputowicz mengatakan kepada Radio ZET bahwa Beata Peksa, duta besar Polandia untuk Irak, telah dievakuasi dan kembali ke Polandia
Evakuasi terjadi atas permintaan diplomat Inggris, karena kedutaan Polandia berlokasi di zona internasional tempat kedutaan Inggris berada.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Slovenia mengumumkan melalui Twitter bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Jerman untuk memindahkan tentaranya yang ditempatkan di Irak ke lokasi yang lebih aman.
Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Jepang mengumumkan bahwa mereka sementara waktu menutup kedutaannya di ibu kota Irak setelah serangan udara di pangkalan AS, lansir kantor berita Kyodo.
Negara itu meminta warganya untuk meninggalkan Irak dan menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran selama ketegangan meningkat di kawasan itu.
Rabu pagi, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan puluhan rudal balistik ke pangkalan militer AS dan pasukan koalisi di Irak.
Rudal diluncurkan dari Iran dan menargetkan setidaknya dua pangkalan militer Irak di mana personel militer dan koalisi AS ditempatkan di al-Asad dan Erbil.
Iran mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas pembunuhan Komandan Pasukan Quds Qassem Soleimani oleh AS pekan lalu.
Kematian Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Serangan tersebut dilakukan setelah aksi saling tuding antara AS dan pasukan Iran yang dimulai dengan pembunuhan seorang kontraktor Amerika di sebuah pangkalan militer AS di Irak akhir bulan lalu.