Dandy Koswaraputra
05 Agustus 2018•Update: 06 Agustus 2018
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Polisi menduga gerilyawan Taliban bertanggung jawab atas pembakaran 12 sekolah di Pakistan, kata seorang pejabat, Minggu.
Sekolah-sekolah - setidaknya setengahnya untuk anak perempuan - dibakar pada hari Jumat di daerah Chilas distrik Diamer di wilayah utara Gilgit-Baltistan.
Dalam operasi kontra-teror menyusul serangan itu, setidaknya satu orang yang diduga militan Taliban tewas dan 31 lainnya ditangkap, Sanaullah Abbasi, kepala polisi Gilgit-Baltistan mengatakan kepada wartawan di Chilas.
Seorang perwira polisi tewas dan lainnya terluka dalam bentrokan bersenjata.
"Pencarian dan operasi yang ditargetkan masih berlangsung di berbagai daerah Chilas untuk menghilangkan semua tempat persembunyian militan di daerah itu," Abbasi menambahkan.
Dia mengatakan penyelidikan awal mengungkapkan bahwa para penyerang telah dilatih di Afghanistan.
Belum ada kelompok militan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.
Peraih Nobel Malala Yousafzai mengutuk serangan terhadap sekolah-sekolah.
"Para ekstremis telah menunjukkan apa yang paling menakutkan mereka - seorang gadis dengan sebuah buku," katanya dalam sebuah tweet pada hari Jumat.
Dia menuntut pihak berwenang untuk membangun kembali sekolah-sekolah ini segera dan mendapatkan siswa kembali ke kelas mereka.
Perdana Menteri terpilih Pakistan Imran Khan juga mengutuk serangan itu.
Dalam sebuah pernyataan, administrasi distrik Diamer mengatakan bahwa pekerjaan konstruksi untuk sekolah yang rusak telah dimulai dan mereka akan dibuka kembali sampai akhir bulan ini.
Gilgit-Baltistan telah relatif damai selama beberapa tahun terakhir.