Maria Elisa Hospita
25 November 2019•Update: 25 November 2019
Cemil Murat Budak, Ismet Karakas and Recep Bilek
ANKARA / SAMSUN, Turki
Polisi Turki menangkap 34 tersangka yang terkait dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok yang berada di balik upaya kudeta 2016 di Turki.
Penangkapan itu terjadi setelah para tersangka kedapatan menggunakan ByLock, aplikasi pesan yang biasa digunakan oleh kelompok teror tersebut.
Pada Senin, jaksa penuntut di Ankara mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 46 tersangka. Saat ini polisi tengah mencari tersangka yang tersisa.
Secara terpisah, jaksa penuntut di Provinsi Samsun juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 18 tersangka, termasuk 16 tentara dan dua mantan siswa akademi militer.
Mereka ditangkap karena telah berkomunikasi dengan anggota senior FETO yang disebut-sebut sebagai "imam".
Tim polisi anti-teror memulai operasi serentak di 13 provinsi.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen, merancang kudeta 15 Juli 2016, yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 lainnya terluka.
Ankara juga menuding FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan pemerintahan melalui infiltrasi institusi-institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.
*Ditulis oleh Jeyhun Aliyev