Chandni
09 November 2017•Update: 10 November 2017
Shuriah Niazi
NEW DELHI, India
Sekolah-sekolah di New Delhi ditutup hingga akhir pekan karena pekatnya asap polusi yang menyelimuti ibu kota India itu pada Rabu.
Asap polusi itu memaksa sekitar 20 juta warga setempat tidak keluar rumah dan menghentikan aktivitas mereka.
Jarak pandang juga sangat rendah dan kualitas udara di beberapa area di New Delhi sudah masuk kategori "parah".
Setidaknya satu orang tewas dan enam lainnya terluka setelah 18 kendaraan bertabrakan di jalan tol Agra-Noida Yamuna karena polusi berdampak pada pengelihatan pengemudi, menurut kantor berita Times Now.
Asosiasi Medis India sudah mendeklarasikan "status medis darurat" terkait situasi tersebut.
Jumlah pasien di berbagai rumah sakit di New Delhi melonjak; sebagian besar mengalami masalah pernapasan dan alergi. Warga juga terlihat memakai masker wajah sebagai cara mengatasi udara yang berpolusi.
Polusi udara membunuh 3.000 orang di kota itu setiap tahunnya, seperti yang dikutip dari koran The Hindu. Satu dari tiga anak-anak di New Delhi bisa terdampak fungsi paru-parunya dan cenderung rentan terhadap penyakit paru-paru.
"Karena buruknya kualitas udara di Delhi, kesehatan anak-anak tidak bisa diganggu gugat. Kami memerintahkan penutupan semua sekolah di Delhi hingga Minggu," cuit Manish Sisodia, wakil kepala pejabat daerah.
Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal pada Selasa mengatakan Delhi bagai sebuah "kamar gas".