Maria Elisa Hospita
20 September 2018•Update: 20 September 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan telah mengundang Menlu Korea Utara untuk berunding di New York pekan depan.
Pertemuan dengan Ri Yong Ho akan berlangsung saat para pemimpin dunia mengikuti pertemuan tahunan Majelis Umum di markas besar PBB di New York.
Dalam sebuah pernyataan, AS juga telah mengundang representatif Korut untuk bertemu dengan utusan khusus AS untuk Korut, Stephen Biegun, di Wina "sesegera mungkin".
"Pertemuan ini akan menjadi negosiasi awal untuk memulihkan hubungan AS-DPRK demi mewujudkan denuklirisasi Korea Utara yang rencananya akan rampung pada Januari 2021, seperti yang dijanjikan Kim [Jong-un], dan untuk membangun perdamaian yang abadi dan stabil di Semenanjung Korea," kata Pompeo.
Pada Rabu, saat pertemuan puncak di Pyongyang dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Kim bersumpah akan mengambil langkah denuklirisasi khusus.
Pemimpin Korsel mengatakan Utara-Selatan telah membahas "langkah denuklirisasi untuk pertama kalinya."
"Korea Utara telah setuju untuk menutup fasilitas uji coba rudal Dongchang-ri dan landasan peluncuran rudal secara permanen," jelas Moon seperti dilansir oleh kantor berita Yonhap.
Kim menambahkan bahwa kesepakatan mereka akan mempererat hubungan antar-Korea dan "membawa lebih dekat ke era perdamaian dan kemakmuran".
Kim juga mendesak tindakan respons dari AS, sekaligus menawarkan akan menutup fasilitas nuklir Yongbyon, Korea Utara, secara permanen.
Presiden AS Donald Trump pun mengapresiasi pertemuan Kim dan Moon dan menyebutnya "kemajuan luar biasa".