Rhany Chairunissa Rufinaldo
29 November 2018•Update: 29 November 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Jajaran menteri pemerintahan Trump membela dukungan AS terhadap operasi militer Saudi di Yaman dan membantah semua dugaan keterlibatan Putra Mahkota Saudi dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.
Berbicara kepada wartawan setelah memberi penjelasan kepada Senat mengenai situasi di Yaman, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan rencana pemungutan suara Senat untuk menghentikan dukungan AS terhadap Saudi datang pada waktu yang tidak tepat dan akan merusak upaya utusan khusus PBB di Yaman Martin Griffiths untuk mencapai gencatan senjata.
"Penghentian ini akan mendorong Houthi dan Iran dan akan merusak kesepakatan sebelumnya untuk pergi ke Swedia dan berdiskusi," kata Pompeo.
Yaman didera kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman untuk menggulingkan kekuasaan Houthi
Ketika konflik memasuki tahun keempat, puluhan ribu orang diperkirakan tewas dan sekitar 14 juta orang atau setengah dari total populasi negara itu, berada dalam risiko kelaparan, menurut PBB.
Menteri Pertahanan James Mattis juga membela dukungan AS untuk perang tersebut, mengatakan bahwa Washington berusaha untuk menghentikan pengaruh Iran di Yaman dan meningkatkan sistem penargetan koalisi untuk meminimalisasi korban sipil.
"Adalah kepentingan kami untuk mengakhiri perang saudara, untuk melawan pengaruh Iran, menghentikan roket Houthi yang dipasok Iran dan serangan udara tak berawak ke UEA, Arab Saudi dan penduduk sipil mereka," ujar Mattis dalam penjelasannya kepada para senator.
Pompeo juga mengatakan tidak ada bukti langsung bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, menyusul adanya laporan bahwa CIA telah menyimpulkan bahwa putra mahkota memang melakukan hal tersebut.
"Kami tidak memiliki bukti jelas bahwa putra mahkota terlibat," tambah Mattis.
Khashoggi, seorang jurnalis dan kolumnis Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah awalnya mengatakan bahwa dia meninggalkan konsulat hidup-hidup, berminggu-minggu kemudian pemerintah Saudi mengakui bahwa dia terbunuh di sana.
Senator menyuarakan reaksi mereka terhadap penjelasan tersebut, menyebutnya tidak meyakinkan dan menekankan ketidakhadiran Direktur CIA Gina Haspel.
Senator Demokrat Bob Menendez mengatakan ketidakhadiran Haspel adalah upaya untuk membungkam Senat.
"Kami juga memiliki putra mahkota yang tak terkendali ... saya rasa tidak ada orang di ruangan ini yang tidak percaya bahwa dia bertanggung jawab atas kasus itu," kata Senator Bob Corker.
*Kasim Ileri berkontribusi pada berita ini