Maria Elisa Hospita
06 Agustus 2018•Update: 06 Agustus 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) akan memberlakukan sanksi ke Iran mulai hari Senin.
"AS akan memberlakukan sejumlah sanksi," ujar Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat dalam perjalanan pulang ke Washington dari kunjungannya ke Asia.
"Sanksi-sanksi tersebut adalah bagian penting dari usaha kami untuk menekan aktivitas Iran yang merugikan," kata dia lagi.
Pompeo mengatakan bahwa pemerintah AS siap duduk satu meja dengan Teheran, yang menurutnya akan "membutuhkan perubahan besar dari rezim Iran".
"Mereka harus berperilaku seperti negara normal," tambah Pompeo sambil menyebut pemerintah Iran sebagai "aktor jahat".
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia siap untuk berunding dengan Presiden Iran Hassan Rouhani tanpa prasyarat.
Pada bulan Mei, Trump menarik partisipasi AS dari perjanjian nuklir, yang ditandatangani pada tahun 2015 antara Iran dan kelompok negara P5 + 1 (lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB dan Jerman).
Selama kampanye pada tahun 2016, Trump telah mengkritik perjanjian tersebut, menggambarkannya sebagai "kesepakatan terburuk" yang pernah ada.
Sementara itu, anggota lain dari P5 + 1 mengatakan bahwa perjanjian itu masih menjadi cara terbaik untuk menghadapi program nuklir Iran.
Sanksi putaran pertama - yang sebagian besar ditujukan pada sektor perbankan Iran - akan mulai berlaku pada 6 Agustus. Putaran kedua, yaitu sanksi yang lebih kuat terkait perminyakan, akan diberlakukan pada 4 November.