PARIS
Prancis pada Kamis menimbulkan kekhawatiran bahwa "fase terburuk" perang Rusia di Ukraina belum dimulai, dengan beberapa kota besar dalam bahaya jatuh di bawah pengepungan Rusia.
"Ada kemungkinan yang terburuk ada di depan kita," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian memperingatkan selama wawancara di saluran televisi France 2.
Menlu Le Drian menambahkan bahwa dia mengkhawatirkan "logika pengepungan di kota-kota besar Ukraina."
Dia mengatakan sampai sekarang pasukan Rusia beroperasi dengan hipotesis cepat agar dapat masuk ke kota-kota besar, sehingga memungkinkan mereka untuk memiliki kendali negara Ukraina.
Namun, ini tidak terjadi di lapangan karena mereka menghadapi perlawanan kuat dari rakyat Ukraina yang berani, tambah dia.
"Oleh karena itu, kami melihat ancaman pengepungan kota-kota besar. Tidak ada kota yang jatuh di tangan mereka kemarin dan pertempuran berlanjut di Mariupol dan Kyiv," kata Le Drian.
Sejak perang dimulai seminggu yang lalu, pasukan Rusia terus melakukan penembakan peluru berat ke ibu kota Kyiv dan mengklaim kendali atas kota selatan Kherson.
Otoritas dewan kota Ukraina mengatakan bahwa Rusia mengepung Mariupol di Laut Azov, menargetkan infrastruktur sipil, yang membuat kota pelabuhan tanpa listrik dan mencegah bantuan atau evakuasi orang yang terluka.
'Tidak ada dialog jika tidak ada gencatan senjata'
Menlu Prancis itu menyebut strategi "pengepungan" yang dimainkan Rusia di Ukraina mirip dengan taktik perang yang diterapkan Moskow terhadap pemberontak rezim Assad di Suriah dan separatis Chechnya.
"Rusia sudah terbiasa dengan ini - di Aleppo, Grozny. Ini bisa menjadi serius."
Jalan keluar dari krisis ini adalah gencatan senjata, kata Le Drian, seraya menambahkan bahwa tujuan Dewan Keamanan PBB yang akan datang adalah untuk mencapai gencatan senjata juga.
"Tidak ada dialog jika tidak ada gencatan senjata. Kami tidak bisa bernegosiasi di bawah teror," tekan dia.
Menurut Le Drian, dengan perang di Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin bertujuan untuk menghilangkan keberadaan "negara demokratis di depan pintunya."
Dia mengatakan Putin ingin menghindari model demokrasi di sekitar perbatasan negaranya yang pada akhirnya dapat mempengaruhi perkembangan Rusia.
Warga Prancis diperingatkan tinggalkan Rusia
Le Drian, yang sebelumnya menyatakan keprihatinannya tentang serangan Rusia yang dapat meluas ke Georgia dan Moldova, akan mengunjungi negara terakhir pada Kamis untuk menunjukkan solidaritas.
Kemlu Prancis juga mengeluarkan peringatan darurat "sangat merekomendasikan" warga negara Prancis untuk meninggalkan Rusia jika kehadiran mereka di sana "tidak penting."