24 Juli 2017•Update: 24 Juli 2017
Hader Glang
ZAMBOANGA CITY
Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan menyampaikan pidato State of the Nation kedua, ketika bagian selatan negera tersebut masih menghadapi teror militan yang terkait kelompok Daesh, Maute, Senin.
Duterte diperkirakan akan membacakan pidato itu di lokasi Batasang Pambansa Complex di kota Quezon, kata juru bicara kepresidenan Ernesto Abella kepada wartawan.
“Secara keseluruhan pidato itu akan jujur, menantang, realistis namun penuh harapan,” katanya.
Kepala tim komunikasi Duterte Martin Andanar mengatakan pidato itu akan optimistis.
“Temanya adalah hidup yang nyaman bagi semua. Ia akan berfokus pada kesejahteraan, hukum dan keadilan, serta perdamaian,” tuturnya.
Kepolisian Filipina mengatakan 6.300 personilnya akan menjaga delapan area di sekitar Batasang Pambansa Complex untuk mencegah semua ancaman yang mungkin muncul dalam pidato politik itu.
Pemerintahan Duterte saat ini memerangi serangan teroris dari kelompok Maute dan Abu Sayyaf yang mengepung Marawi sejak akhir Mei dan telah menewaskan lebih dari 500 nyawa.
Bentrokan itu kemudian mendorong Duterte menerapkan darurat militer di seluruh pulau Mindanao. Keputusan itu kemudian diperpanjang hingga 31 Desember.
Sejak tahun lalu, Duterte gencar memburu pengedar narkoba dalam kampanye yang membunuh ribuan tersangka kriminal. Ia juga berharap menghentikan perseteruan berkepanjangan dengan pemberontak komunis.
Namun pekan lalu, ia mengatakan mundur dari perbincangan dengan separatis Maoist setelah diserang oleh faksi komunis bersenjata.