Rhany Chairunissa Rufinaldo
12 November 2018•Update: 12 November 2018
Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Presiden Irak Barham Salih meninggalkan Kuwait pada Senin dalam perjalanan ke Uni Emirat Arab (UEA) pada putaran kedua dari tur Teluk, menurut pernyataan kantor kepresiden.
Tur Teluk adalah rangkaian perjalanan presiden Irak yang pertama sejak dia resmi menjabat bulan lalu
Kantor Kepresidenan Irak mengatakan kunjungan ke Kuwait dan UEA dilakukan atas undangan resmi dari pemimpin kedua negara.
Pada Minggu, Salih mengadakan pembicaraan dengan emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Sabah untuk membahas cara-cara memperkuat hubungan antara kedua tetangga.
Sejak jatuhnya rezim Irak sebelumnya pada 2003, negara-negara Teluk telah mempertahankan hubungan yang hati-hati dengan Baghdad karena hubungan dekatnya dengan Iran.
Irak sedang mencari dukungan untuk merekonstruksi negaranya, terutama wilayah yang terkena dampak perang melawan kelompok teroris Daesh pada 2014 hingga 2017.
Di bawah rezim Saddam Hussein, Irak pernah menyerang Kuwait pada 1990 sebelum kemudian dipaksa keluar oleh koalisi internasional yang dipimpin AS.