Maria Elisa Hospita
07 Agustus 2020•Update: 07 Agustus 2020
Menatallah Said
BEIRUT
Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak untuk memprioritaskan bantuan ke Lebanon tanpa persyaratan apapun.
Pada Kamis, Macron tiba di Beirut, ibu kota Lebanon, dan menemui rekan sejawatnya di Lebanon, Michel Aoun.
Keduanya kemudian mengunjungi mengunjungi lokasi ledakan di Pelabuhan Beirut.
"Lebanon tidak sendiri dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Kami sepenuhnya sadar bahwa krisis Lebanon sangat besar," ujar Macron.
Dia juga berjanji untuk mengamankan dan mengkoordinasikan bantuan internasional ke Lebanon, termasuk peralatan medis dan obat-obatan.
Ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut pada Selasa, hingga menyebabkan sedikitnya 135 orang tewas dan sekitar 5.000 lainnya luka-luka.
Pada Rabu, pemerintah Lebanon mengungkapkan penimbunan zat kimia amonium nitrat dalam jumlah besar sebagai penyebab ledakan dan penyelidikan akan terus berlangsung.
Eks PM Lebanon telah menyerukan pembentukan komite investigasi internasional untuk menyelidiki insiden itu.
Pelabuhan Beirut adalah pelabuhan utama negara yang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang kebutuhan pokok termasuk biji-bijian, bahan makanan dan obat-obatan.