Riyaz ul Khaliq, Elena Teslova
15 September 2022•Update: 21 September 2022
ISTANBUL/MOSKOW
Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejawatnya dari China Xi Jinping pada Kamis bertemu untuk membahas seputar masalah dunia yang terus berubah.
Di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di kota bersejarah Samarkand, Uzbekistan, kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat SCO sebagai platform interaksi konstruktif dan kreatif.
Putin mengatakan upaya untuk menciptakan dunia unipolar baru-baru ini menjadi "garis besar yang benar-benar jelek" dan sama sekali tidak dapat diterima untuk jumlah negara bagian yang sangat banyak di planet ini.
“Untuk pertama kalinya dalam tiga tahun – setelah jeda akibat pandemi – pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Shanghai diadakan secara langsung,” ungkap dia, seraya menambahkan bahwa pertemuan ini penting dilakukan sekarang untuk memperkuat SCO sebagai platform interaksi yang konstruktif.
Terkait situasi di sekitar Taiwan, Putin menyebut AS melakukan tindakan "provokasi" karena mendukung sikap Taiwan untuk memisahkan diri dari China.
"Kami dengan tegas berpegang pada prinsip 'satu China'. Kami mengutuk provokasi Amerika Serikat dan satelitnya di Selat Taiwan," kata presiden Rusia.
Sementara itu, Xi mengatakan bahwa "dalam menghadapi perubahan kolosal" dalam skala global, China siap bersama dengan rekan-rekan Rusianya untuk memberikan contoh kekuatan dunia yang bertanggung jawab dan memainkan peran utama untuk menempatkan dunia yang berubah dengan cepat pada lintasan pembangunan yang berkelanjutan dan positif.
Dia juga mencatat bahwa meski ada pandemi virus korona, dia dan Putin akan terus mempertahankan "kontak strategis yang efektif" melalui telepon.
Ini adalah pertemuan tatap muka pertama mereka sejak Olimpiade Beijing pada Februari lalu.
Dua pemimpin ini bertukar pikiran dalam beberapa percakapan telepon setelah Rusia melancarkan perang terhadap Ukraina pada 24 Februari.