Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 Juli 2019•Update: 03 Juli 2019
Ahmet Furkan Mercan dan Fuat Kabakci
ANKARA
Mempertahankan momentum dalam hubungan antara Turki dan Cina sangat penting bagi kesejahteraan rakyat mereka dan stabilitas internasional, kata presiden Turki, Senin.
“Kami punya pandangan yang sama soal pendekatan Presiden Xi untuk inisiatif, yang tidak hanya untuk meningkatkan jaringan transportasi dan komunikasi, untuk membangun koridor perdagangan dan untuk menyelaraskan kebijakan perdagangan dan strategi pembangunan, tetapi juga untuk meningkatkan ikatan budaya dan manusia dalam kerangka kerja ini ,” kata Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Xinhua menjelang kunjungan resminya ke China pada Selasa.
Erdogan mengatakan kedua negara bertindak dengan kesadaran bahwa kemitraan ekonomi dan perdagangan China-Turki, selain memiliki manfaat regional, juga memiliki potensi untuk berkontribusi bagi perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas dunia.
Presiden Turki menekankan bahwa masalah ekonomi, perdagangan, pariwisata, investasi, keamanan, pertahanan dan kontra-terorisme akan lebih diprioritaskan sebagai bidang kerja sama bilateral, sementara masalah regional dan internasional dalam agenda bersama juga akan dibahas selama kunjungannya.
Dia juga mengatakan bahwa Turki adalah salah satu negara pertama yang mendukung Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) China.
"Ada harmoni alami antara Inisiatif Koridor Tengah kami dan Inisiatif Sabuk dan Jalan China. Keharmonisan ini memungkinkan kita untuk bekerja sama dengan China dalam wilayah geografi besar seperti Asia Tengah dan Afrika," kata Erdogan.
Dia menambahkan bahwa kedua negara memiliki agenda bilateral yang konkret tentang bagaimana mereka meningkatkan kemitraannya.
"Saya percaya bahwa kita akan menyaksikan bersama bagaimana hubungan kita akan ditingkatkan di semua bidang ketika meningkatkan konsultasi dengan teman-teman kita dari China," pungkas Erdogan.