Diyar Guldogan
23 Maret 2023•Update: 27 Maret 2023
ANKARA
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Rabu mengatakan bahwa dia beberapa hari mendatang akan berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas kesepakatan Inisiatif Gandum di Laut Hitam.
"Kami akan melakukan percakapan via telepon dengan Putin dalam dua hingga tiga hari ke depan," kata Erdogan dalam wawancara yang disiarkan langsung di saluran NTV dan Star TV.
Dia mengatakan dunia menghargai upaya mediasi Türkiye untuk Rusia dan Ukraina.
"Kami sudah diakui di dunia. Kesuksesan Turkiye ada di bibir semua orang di dunia," tutur dia.
Pada Juli lalu, Türkiye, PBB, Rusia, dan Ukraina menandatangani kesepakatan di Istanbul untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam yang dihentikan sementara setelah perang Rusia-Ukraina dimulai pada Februari 2022.
Erdogan mengumumkan perpanjangan kesepakatan pada Sabtu, sehari sebelum dijadwalkan untuk berakhir.
Presiden juga mengingat tawaran Putin untuk mengirim biji-bijian ke negara-negara miskin di Afrika secara gratis.
Dia menambahkan bahwa Turkiye sedang bersiap untuk membeli gandum untuk diubah menjadi tepung dan mengirimkannya ke negara-negara miskin.
Dia menambahkan bahwa Ankara juga bertekad untuk mengirimkan pupuk Rusia ke negara-negara kurang berkembang.
"Ada kebutuhan pupuk. Kami akan suplai. Kami akan kirimkan (pupuk) ke pasar dunia dan negara-negara terbelakang dan berusaha meringankan [beban] mereka," ujar Erdogan.
Menekankan bahwa Türkiye tidak akan menjadi pihak dalam perang apa pun dan akan selalu berada di pihak perdamaian, Erdogan mengatakan, "Faktanya, ini adalah langkah yang kami ambil dalam perang Rusia-Ukraina."