ANKARA
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin memperingati Hari Kemenangan negara itu melawan Nazisme selama Perang Dunia II.
"Hari ini kami merayakan Hari Kemenangan atas Nazisme dan kami tidak akan memberikan satu pun bagian dari sejarah kami kepada siapa pun," kata Zelenskyy dalam sebuah video di saluran Telegramnya.
"Kami bangga dengan nenek moyang kami, bersama negara-negara lain dalam koalisi anti-Hitler, mengalahkan Nazisme," ujar dia.
Zelenskyy turut menyoroti peran Ukraina dalam kemenangan atas Nazisme dalam Perang Dunia II.
"Musuh kita bermimpi bahwa kita akan menolak untuk merayakan 9 Mei dan kemenangan atas Nazisme sehingga kata 'denazifikasi' mendapat kesempatan untuk disalahgunakan. Namun jutaan orang Ukraina melawan Nazisme dan melalui perjalanan yang sulit dan panjang," tutur dia.
Rusia mengklaim bahwa mereka meluncurkan "operasi militer khusus" untuk membasmi Nazisme di Ukraina.
Moskow juga mengadakan acara Hari Kemenangan di Lapangan Merah pada Senin untuk memperingati kemenangan Sekutu dalam Perang Dunia II.
Keberhasilan melawan Nazi dalam Perang Dunia II "memberi kami keyakinan bahwa kami pasti akan mengusir penjajah dari tanah kami sendiri," tambah presiden Ukraina.
"Pada Hari Kemenangan atas Nazisme, kami berjuang untuk kemenangan baru. Jalan menuju itu sulit, tetapi kami tidak ragu bahwa kami akan menang. Segera akan ada dua Hari Kemenangan di Ukraina," tegas Zelenskyy.
Setidaknya 3.309 warga sipil Ukraina tewas dan 3.493 lainnya terluka sejak perang Rusia-Ukraina dimulai pada 24 Februari, menurut perkiraan PBB.
Jumlah korban sebenarnya dikhawatirkan jauh lebih tinggi.
Lebih dari 5,8 juta orang telah melarikan diri ke negara lain, dan sekitar 7,7 juta orang telah mengungsi, menurut badan pengungsi PBB.