Jeyhun Aliyev
13 Juni 2022•Update: 14 Juni 2022
ANKARA
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan “pertempuran sengit" dengan pasukan Rusia terus berlanjut di kota Severodonetsk di wilayah Luhansk timur Ukraina.
"Tujuan taktis utama dari penjajah tidak berubah. Mereka (tentara Rusia) menekan di Severodonetsk, di mana pertempuran yang sangat sengit sedang terjadi – di setiap meter," kata Presiden Volodymyr Zelenskyy dalam pidato videonya pada hari ke-109 perang Rusia di Ukraina pada Minggu malam.
Zelenskyy menambahkan pasukan Rusia juga mengerahkan pasukan ke arah Lysychansk, Bakhmut, dan Slovyansk.
“Tentara Rusia sedang mencoba untuk mengerahkan pasukan cadangan di Donbas. Tapi cadangan apa yang bisa mereka miliki sekarang? Tampaknya mereka akan mencoba untuk berperang dengan pasukan wajib militer yang kurang terlatih. Jenderal Rusia melihat warga mereka hanya sebagai umpan meriam yang mereka butuhkan untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah - tenaga kerja dan peralatan militer," kata Zelenskyy.
Dia menggarisbawahi bahwa jika pasukan Rusia terus dikerahkan ke Ukraina, pasukan Moskow yang tewas bisa melewati 40.000 pasukan pada Juni."
"Tidak ada perang lain dalam beberapa dekade, mereka kehilangan begitu banyak personil," tambahnya.
Zelenskyy juga mengingat seruan negaranya untuk sistem pertahanan rudal modern.
“Pasokan sistem seperti itu dimungkinkan tahun ini, tahun lalu, dan bahkan lebih awal. Apakah kami mendapatkannya? Tidak. Apakah kami membutuhkannya? Ya. Sudah ada 2.606 jawaban afirmatif untuk pertanyaan ini dalam bentuk berbagai rudal jelajah Rusia yang telah mencapai kota-kota Ukraina, kota-kota kami, desa-desa kami sejak 24 Februari.
"Ini adalah tragedi yang bisa dicegah jika suara Ukraina didengar," ucap Zelenskyy.
Zelenskyy menekankan mereka "bekerja setiap hari" dengan Uni Eropa untuk menerima keanggotaan Ukraina, dan Kyiv telah melakukan semuanya sebagai respons positif.
"Satu-satunya pertanyaan adalah tekad beberapa pemimpin Eropa," ungkap Zelenskyy.
Lebih dari 4.300 warga sipil telah tewas di Ukraina, termasuk sedikitnya 1.098 wanita dan 102 anak perempuan, sementara lebih dari 14 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, termasuk lebih dari 7,3 juta yang telah melarikan diri ke negara lain, sejak Rusia melancarkan perang pada 24 Februari, menurut data PBB.
Menurut UNICEF, dua anak tewas setiap hari dalam perang.
Sekitar 15,7 juta orang di negara ini membutuhkan bantuan kemanusiaan.