Umar İdris
26 Oktober 2019•Update: 27 Oktober 2019
Muhammed Emin Canik
SANTIAGO, Chile
Ratusan ribu demonstran turun ke jalan di Santiago, Chile pada Jumat untuk memprotes mahalnya biaya hidup dan layanan kesehatan.
Lebih dari 800.000 orang pengunjuk rasa berkumpul di Lapangan Italia di Santiago pada hari ke tujuh untuk menunjukkan sikap mereka terhadap pemerintah Presiden Sebastian Pinera dan kebijakannya, menurut laporan media setempat.
Sembilan belas orang tewas dan lebih dari 500 orang terluka sejak awal protes ketika demonstrasi damai berubah menjadi anarki.
Pekan lalu, pengunjuk rasa melompat pintu putar di stasiun metro di Santiago tanpa membayar tiket sebagai protes terhadap kenaikan tarif transportasi sebesar 4 persen.
Pinera mengumumkan konsesi, termasuk menurunkan kenaikan tarif, kenaikan upah minimum, dan menahan kenaikan harga listrik sampai tahun depan, dalam upaya untuk mengatasi perselisihan.
Setengah dari para pekerja di Chile menghasilkan sekitar USD550 per bulan, menurut otoritas statistik negara itu.
Pemerintah mengumumkan keadaan darurat selama 15 hari pada Sabtu lalu, dan memperluas pemberlakuannya ke kota-kota di utara dan selatan negara itu.